ALAM

Alam

Kadang kita harus berusaha keras mengadahkan wajah ke atas
Untuk melihat betapa indahnya alam ini ada

Kadang perlu menarik sedikit kebiasaan malas
Untuk sekedar meresapi keindahan alam

Alam ini begitu luas, begitu hebat, begitu indah, dan begitu menarik.

Jangan melulu bermimpi keujung dunia unt menikmati keajaiban dunia, namun coba lah sejenak menengok kearah yang lebih dekat.. Resapi.. dan nikmati..

Alam ini sudah Allah sediakan untuk kita, semua indah tiapa batas.. Resapi.. Nikmati.. Syukuri..

-Putri Humairoh

15/06/2014
Pulau Onrust

Photo was taken by Diah Yulia

Bagaimana aku dikenang?

Tiba hari disaat aku harus mengingat akan tempat aku kembali. Ketika aku melangkahkan kaki menyusuri tempat peristirahatan terakhir semua orang. Disini lah semua terbaring dengan damai. Tiada yang tau percis apa yang mereka satu persatu lalui ketika mereka hidup. Tak ada yang tau percis siapa yang dulu nya kaya dan siapa yang dulunya sederhana. Tak ada pula yang tau percis apa pekerjaan mereka selama hidup, adakah yang profesinya sebagai dokter ataukah hanya sekadar tukang loper. Tak ada seorang pun yang benar-benar mengetahuinya. Namun apapun itu, mereka sungguh memiliki tempat. Dan perbedaan derajatnya disisi Allah hanyalah amal kebaikannya.

Ku terus telusuri tempat ini. Mulai terlihat perbedaan. Perbedaan yang terlihat dari perawakan tempat mereka. Ada yang begitu rapih, bersih, dan penuh bunga seperti layaknya rumah yang sangat nyaman. Ada pula yang begitu tak terurus,namun sungguh itu bukan mau mereka. Ini diluar kehendak mereka. Orang-orang yang masih hidup, dan yang mengenangnya lah yang melakukan itu. Tapi bagaimana kah mereka dikenang? Itulah pertanyaannya.

Ku lanjutkan perjalananku. Tak terasa pelipis mataku sudah panas seperti akan meneteskan air mata kesedihan. Aku bergeming, Semua orang akan kembali. Semua orang akan kembali. Semua orang akan kembali. Dan aku, aku juga pasti akan kembali. Hanya itu yang aku tau. Kapan, bagaimana, atau seperti apa caraku kembali padaNya? Wallahi hanya Allah Yang tau.
Namun tak kuasa ku derai air mata kala kulihat diri ini. Masih kotor. Masih kurang baik. Masih tak pantas untuk memasuki syurgaNya. Mungkin begitulah penilaianku pada diri ini. Aku tak kuasa menahan lagi air mata ini. 18 tahun sudah aku hidup didunia ini. Lalu apa yang sudah aku perbuat untuk.... diriku sendiri? Orang tuaku? Sanak saudaraku? Sahabat-sahabatku? Masyarakat disekitarku?

Dan yang paling penting.... Sungguh apa yang telah aku lakukan untuk Allah ku?

Belum. Belum cukup. Belum sempurna.

Rasanya tak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanan ini. Pertanyaan disertai penyesalan ini seakan mengintaiku. seakan meminta tolong padaku untuk segera terjawab.

Katanya aku ingin masuk syurga, katanya aku mau menjadi hamba Allah yang taat, katanya aku ingin membahagiakan orang tua, dan katanya aku ingin bermanfaat untuk orang banyak? Katanya.... katanya.... katanya....

Namun kenapa? Kenapa pertanyaan begitu saja aku tak mampu untuk menjawabnya? Apa itu berarti aku belum melakukan apa-apa untuk menggapai yang katanya tadi. Namun tidak. Aku sudah melakukannya, namun belum cukup, belum sempurna. Aku akan memperbaikinya. Aku akan membuat itu cukup dan sempurna.

Namun bagaimanaaa? Bagaimana bisa diri ini seperti itu? Kalau perasaan malas untuk beribadah dan membantu orang lain saja masih dengan senang hati kuturuti.
Aku tidak bisa terus seperti ini.

Semua orang pasti akan kembali, aku pun pasti akan kembali.
Namun, bagaimana aku dikenang dan bagaimana tempatku nanti disisiNya itulah menjadi pertanyaaan nya.

Pertanyaan yang harus aku buat sendiri jawabannya.

Bismillah

#PH
28.06.2014


YaAllah, mengapa baru tahun ini hati ku begitu sedih menyambut Ramadhan-Mu?

YaAllah, mengapa baru tahun ini hati ku begitu sedih menyambut Ramadhan-Mu?

Ramadhan. Bulan penuh berkah dan penuh ampunan. Tiap detiknya adalah doa, tiap perbuatan nya adalah ibadah. Tiada bulan seindah Bulan Ramadhan. Bulan pengampunan. Bulan saat diikatnya syaitan-syaitan penggoda manusia. Bulan saat yang telah berpulang kembali kerumah. Bulan saat semua begita terasa kebersamaannya.
Ya.. Semua umat muslim didunia menyambut dan merayakannya dengan penuh suka cita. Semua sibuk menghitung mundur berapa hari lagi Ramadhan akan datang. Semua sibuk berbenah diri.
Namun aku? Harus kuakui aku begitu sedih, Bulan ini terlalu indah. Jujur saja, tahun ini ada tahun perjalanan spiritual ku yang paling terasa. Perubahan demi perubahan telah kulakukan. Tentu saja perubahan ini adalah wujud kecintaanku pada Rabb-ku. Perubahan ini cukup mudah untuk kulakukan, tapi tentu saja berat untuk dipertahankan

Kurasakan indahnya lingkaran dakwah dalam mensyiarkan agama-Nya, keramahan dan kelembutan setiap insan yang ada didalamnya. Bersama memperjuangkan agama-Nya dalam lingkaran dakwah ini. Sungguh. Ini keluarga. Sungguh. Aku nyaman berada disini. Sungguh. Allah menjodohkanku pada mereka. Dan sungguh. Aku akan terus berada disini. Aku bahagia. Inilah kedamaian yang aku cari selama ini.

Perjalananku bukan hanya sampai disitu. Setahun kebelakang ini juga lah aku mengenal hal-hal indah dalam Islam: Al-matsurat, Hijab, Jilbab, Dakwah, Dan semua hal baru yang aku temui. Sekali lagi aku katakan, Aku senang berada disini.

Sahabat-sahabat yang begitu shalih dan shalihat seakan menjadi motivator ku untuk terus memperbaiki diri. Kata-kata yang dulu begitu asing, kita menjadi sangat akrab denganku, kata-kata itulah adalah bahasa Arab, misalnya Barakallah, Jazakillah, Syukron, Afwan. Sungguh ini menarik. Aku tertarik untuk terus mempelajarinya. Mereka yang senantiasa membiasakan kata-kata itu padaku.

Semakin aku mengenal Islam, semakin aku belajar tentangnya.
Ramadhan. Inilah yang ingin aku lebih kenal lagi. Kalau selama 17 tahun aku hidup, aku hanya mengenal Ramadhan hanya sebatas bulan puasa, Lailatul Qodr, setelah itu lebaran. Ya. Aku jujur. Sesederhana itu. Tidak ada yang begitu menggetarkanku.

Namun kini, saat aku lebih mengenal Ramadhan. Sungguh aku tak kuasa untuk menyesali semua yang telah aku lalui pada Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.
Jadi?? Aku?? Dulu?? Telah?? Menyia-nyiakan waktu ku di bulan Ramadhan??

Aku menangis. Iya benar. Aku menangis. Aku menyesal. Ternyata hidupku begitu merugi, sia-sia. Aku terlena. Terlena dengan indah kenikmatan duniawi. Aku terlena.

Sekali lagi aku menangis. Aku sedih.

Namun harus aku sadari, Aku bahagia. Satu tahun kebelakang ini adalah masa pencarian ku akan hidayah-Nya.
Aku senang berada dalam lingkaran dakwah ini. Aku senang bertemu dengan orang-orang yang sangat hebat. Aku senang menjalani amanah-amanah dakwah yang dapat mendekatkanku pada Ilahi..

Aku pun menghapus airmataku.
Tak lagi aku menangis. Allah begitu baik padaku. Wallahi, Aku mencintai-Mu.

Jadiiii, jika kau tanya masihkah aku bersedih? Aku kan menjawab tidak.

Allah telah menjawabnya. Satu tahun perjalanan ini adalah jawabannya.

Bismillah.

Marhaban Ya Ramadhan

"Ditulis orang pembelajar yang sangat ingin tahu akan segala hal, hingga akhirnya dia "terjebak", "terjebak" dalam hal yang begitu ingin ia tau. Islam. Dakwah. Ukhuwah. Ia terjebak didalamnya, dan ia bahagia" - Putri Humairoh

28.06.2014

" INTERMEZZO POLITIK "

"INTERMEZZO POLITIK"

Kalo ada berita dari detik(dot)com tidak lain tidak bukan condong kepada Capres No.2,, kalo buka vivanews(dot)com lebih condong ke Capres No.1..
Kita semua pun tau siapa yang ada dibelakang semua media tsb. Semua punya kepentingan masing2.
Namun kita? Tidak seharusnya mentah-mentah memakan semua berita yang disajikan. Coba dulu lah dikaji, paling ujung-ujungnya ketawa-ketiwi sendiri

Intinya sih ya, seperti kata para sahabat :
Jika ada 2 perkara baik, pilih lah yang paling baik.
Jika ada 2 perkara, yang satu baik dan yang satu buruk, pilihlah yang baik.
Dan Jika ada 2 perkara, dan keduanya buruk, pilih yang paling sedikit mudaratnya(keburukannya).

Nah, makin bingunggg kan?

So, nilai lah sendiri setiap personal capres dan cawapres, setelah itu timsesnya. Tak apa, ini hak kita. Tak usah takut untuk memilih. Ini saatnya rakyat menikmati pesta demokrasi.

Wallahu a'lam, siapapun yang nantinya terpilih, tentu itu sudah menjadi Takdir Allah, tugas kita adalah berikhtiar dengan memilih salah satu diantara kedua calon..

Yang harus kita ingat adalah, manusia mempunyai rencana. Para capres, cawapres, dan timsesnya juga punya rencana. Kita pun sebagai rakyat juga mempunyai rencana dan harapan thdp calon yang terpilih nantinya.. Tapi yang harus kita ingat adalah sebaik-baiknya Perencana adalah Allah SWT..

insyaAllah..

#NoCampaign
#NoGolput
#Ikhtiar saja

#PH
29.06.2014

Ku Pastikan Aku Tetaplah Aku yang Dulu...




Aku tetap Putri Humairoh.
Lalu apa yang berbeda?
Busanaku? Ya, tarbiyah yang memberitahu dan mengajariku untuk menjadi sebagaimana akhawat menjadi.

Kata-kata ku? Ya, tarbiyah yang mengajari ku untuk menjaga lisan ku. Apalagi dimedia sosial, satu kata diartikan seribu bahasa.

Teman-temanku? Ya, tarbiyah yang memperkenalkanku pada mereka. Orang-orang yang begitu hebat dengan kelebihan nya masing-masing.

Apa? Aku berubah?
Tidak.
Aku tetap Humairoh.
Tetap seorang yang biasa saja. Tak ada yang istimewa. Mereka lah yang begitu istimewa.

Jadi aku tetap berubah?
Tidak. Ku pastikan aku tetap lah aku yang dulu..


Anda Online, Saya pun Online. Tapi mengapa ?

Anda online, saya pun online. Tapi tiada yang memulai percakapan.

Beginilah kita sekarang? Saling menunggu salah satu nya menurunkan ego nya untuk mulai menyapa.

Beginikah kita sekarang? Tiada sapa, tapi selalu ada diberanda. Ingin ku bertanya, Hai, bagaimana kabarmu? Lama tak jumpa^^

Ah, rasanya terlalu rumit. Dulu mau menyapa tinggal menyapa, mau mengobrol tinggal mengobrol, mau minta tolong tinggal bilang.

Tapi sekarang?

Entahlah, ku rasa aku lebih baik offline.

#Curhatan untuk sahabat


Bintang ku | Bolehkah ku mengatakan Aku Rindu Padamu?



Tidak terasa satu tahun sudah kita berpisah. Ups. Berpisah? Sepertinya tidak seburuk itu. Hmmm Memperjuangkan mimpi kita. Ya. Seperti nya itu lebih baik

Baiklah, tidak terasa satu tahun sudah kita berjuang untuk menggapai mimpi-mimpi kita. Rasanya... Awalnya terasa amat pahit saat perpisahan itu datang. Kita telah terbiasa bersama. Bertahun-tahun kita merajut kebahagian bersama. Dan kini tibalah waktunya untuk kita berjalan masing-masing.

Kuakui awalnya berat, amat berat. Tiap hari grup selalu ramai dengan chat-chat. "Yaampun. Aku kangen kalian. " tiap hari kalimat itu selalu ada. Entah aku yang mengatakannya, kadang-kadang engkau yang mengatakannya, atau siapapun.

Namun.... Akupun baru menyadari.. Sebulan. Dua bulan. Tiga bulan. Rasanya sangat berat.
Empat bulan.
Lima bulan.
Enam bulan.
Aku harus membiasakan diri.

Tujuh bulan.
Delapan bulan.
Sembilan bulan.
Nampaknya aku mulai terbiasa.

Sepuluh bulan.
Sebelas bulan.
Setahun.
.
..
...
....


Hey, aku tak bisa. Aku kangen kalian.
Kenapa sekarang semuanya sepi? Kenapa sekarang obrolan kita sangat kaku? Chat hanya sekedar menyapa, lalu menghilang. Chat hanya promo, lalu menghilang. Chat hanya kirim kata-kata atau taujih, lalu menghilang lagi.

Beginikah kita sekarang?
Setahun kita tak jumpa, apa semuanya telah berubah?
Aku yakin tidak. Pasti ada yang berbeda, bukan kita nya yang berubah.
Keadaan?
Tuntutan pekerjaan?
Status?

Terlalu klasik. itu semuanya hanya terlihat diluarnya saja. Tapi ku yakin hatiku, hatimu, tak ada yang berubah. Posisi masing-masing kita tak akan berubah atau tak akan tergantikan sedikitpun. Seberapapun banyaknya orang baru yang datang dalam kehidupan, ku yakin tak akan merubah sedikitpun tatanan hatiku. Mungkin ada yang berubah, tapi untukku tidak.
Sahabat tetap sahabat. Sebanyak apapun itu.

Bagaikan bintang dilangit sana, seberapun banyaknya bintang yang ada, langit akan tetap dapat menampung bintang-bintang yang baru.

Namun pertanyaannya, bintang mana yang sedang redup dan bintang mana yang sedang bersinar dengan terangnya??


Bintang mana yang sedang bersinar dengan terang benderang??